Jangan Salah, Ini Bedanya Ventilator dan Respirator

  • Home
  • Info
  • Jangan Salah, Ini Bedanya Ventilator dan Respirator

VIVA   – Pemerintah Provinsi Jakarta berencana menerapkan kembali pembatasan sosial berskala besar ataupun PSBB, akibat masih terus meningkatnya jumlah pasien penderita COVID-19.

Menurut Gubernur DKI, Anies Baswedan, jumlah tempat perawatan pasien penderita virus berbahaya itu dalam Ibu Kota semakin sedikit, ditambah dengan banyaknya petugas medis yang kelelahan. Bahkan, ada juga sinse yang terpapar virus dan harus kehilangan nyawa.

Tingginya jumlah pasien ini mengakibatkan pasokan  alat bantu medis semakin dibutuhkan. Salah satunya adalah ventilator, yang digunakan oleh pasien untuk mampu bernapas layaknya orang normal. Namun, ada sebagian yang menyebut metode ini dengan nama respirator.  

Dilansir  VIVA Tekno   dari  Insider , Jumat 11 September 2020, ada memperlawankan besar antara ventilator dan respirator. Virus COVID-19  membuat kemampuan paru-paru menurun, sehingga tubuh kehilangan banyak asupan oksigen. Saat itu terjadi, petugas akan memasang ventilator yang berfungsi menggantikan tugas organ tubuh itu.

Mengucapkan juga:   Ada Alien dalam Luar Angkasa, Ilmuwan: Itu Hoax

Sementara, respirator adalah alat bantu pernapasan yang bekerja dengan cara menyaring udara agar bebas dari semua macam kuman. Alat ini hanya digunakan pada orang yang kondisi paru-parunya masih berfungsi normal.

Sebagai informasi,   PT Kar Powership Indonesia bersama-sama Perusahaan Listrik Negara baru saja  menambah donasi tahap kedua berbentuk 17 alat ventilator  buatan PT LEN Indonesia, guna membantu panti sakit dan tenaga medis di dalam menangani pasien COVID-19.

Alat ini dilengkapi dengan sirkuit penapasan yang terdiri dari sedang, penyaring, dan katup-katup yang dipilih dari bahan-bahan yang sesuai secara standar medis, serta  telah lolos uji Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan tubuh.

“Bersama dengan PLN, kami tergerak untuk memberi tumpuan yang diperlukan oleh tenaga medis dalam penanganan COVID-19. Melihat semakin banyaknya korban COVID-19 di Nusantara, ” ujar  Direktur Regional Karpowership Indonesia, Mehmet Ufuk Berk.